Lawson & Alfamidi Raih Social Media Award 2014

Jakarta, November 2014.Brand ritel convenience store Lawson dan minimarket Alfamidiyang di kelola oleh PT. Midi Utama Indonesia, Tbkmeraihprestasidi penghujungtahunini dalam ajang Social Media Award 2014 yang di gagasolehFrontier Consulting Group dan Majalah Marketing. Malam penghargaan di gelar pada 13 November 2014 lalu yang bertempat di Hotel Mulia – Jakarta.

Penghargaan Social Media Award ini merupakan pengakuan kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki share of voice yang besar serta memiliki sentimen yang baik di social media. Indeks yang digunakan oleh Frontier adalah hasil pengembangan dan modifikasi industri berdasarkan Social Influence Marketing Score(SIM Score)yang dikeluarkan oleh Razorfish. Sementara indeks pengukuranEarned Media Share of Voice by Sentiment (EMSS Index) diukurdenganrumus : persentasepembicaraanpositif suatumerekdalamkategoritertentuditambahpersentasepembicaraannetral dan dikurangi persentase pembicaraan negatif merek dalam kategori tersebut. Penentuan pemenang di setiap kategori industri didasarkan atas dua syarat yaitu memiliki angka indeks lebih dari 10% dan menempati posisi dua besar dalam kategorinya.

Berdasarkan pengukuran tersebut, Lawson meraih indeks sebesar 52,45% dimana angka tersebut merupakan angka tertinggi dalam kategori convenience store, sementara Alfamidi meraih indeks 22,13% yang menempati urutan kedua dalam kategorinya. RiniHestrinalia, General Manager Marketing PT. Midi Utama Indonesia, Tbk mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan cambuk agar kedepannya seluruh team dapat bekerja lebih baik lagi dalam hal mengoptimalkan media social yang saat ini merupakan alternatif media yang paling berpengaruh.

Rini juga menambahkan, social media menjadi alat yang ampuh dalam berpromosi sekaligus mendapatkan real time feedback dari audiens. “Perbaikan pelayanan menjadi semakin efektif dan tepat sasaran saat ada konsumen memberikan masukan atau kritik di timeline kita. Contohnya saat Lawson akan mengeluarkan varian makanan baru, kami tidak segan-segan meminta masukan dari pada audiens di social media, hasilnya banyak insight yang kami dapatkan dan bisa kami manfaatkan dalam hal pengembangan-pengembangan untuk kedepannya,” jelas Rini.

“Dalam pemanfaatan social media ini tidak melulu mengenai promosi dan kegiatan hardselling lainnya, tetapi kami manfaatkan untuk menciptakan kedekatan, menjalin interaksi serta media untuk mendengarkan masukan-masukan dari audiens dan konsumen kami. Harapannya interaksi yang semakin intens di dunia maya juga berbanding lurus dengan loyalitas berbelanja di toko kami”, tutupnya.