Dari Dapur Rumah ke Rak Alfamidi, Ini Kisah Inspiratif Keripik Tempe AIQ

98bed8e8-7858-423b-b2ad-f0915a23fd62.jpg

Berawal dari keinginan sederhana untuk membantu perekonomian keluarga, Tri Wahyuni atau akrab disapa Yuni, kini berhasil mengembangkan usaha keripik tempe rumahan hingga menjadi mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Alfamidi. Memulai usaha pada 2018, Yuni membuktikan bahwa ketekunan dan konsistensi menjaga kualitas dapat membuka peluang bagi produk lokal untuk berkembang di pasar modern.

Dengan mengandalkan resep khas dan pemilihan bahan baku berkualitas, Yuni perlahan memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Pada awal merintis usaha, pemasaran keripik tempe buatannya masih terbatas dari warung ke warung. Namun, ia terus menjaga kualitas produk agar mampu bersaing dan mendapatkan kepercayaan konsumen.

Salah satu upaya yang dilakukan Yuni untuk mempertahankan kualitas adalah memilih pemasok kedelai secara selektif. Dari sekian banyak produsen tempe, ia menentukan pemasok tetap yang dinilai mampu memenuhi standar bahan baku untuk menghasilkan keripik tempe berkualitas. 

“Untuk bahan baku, saya sudah memilih pemasok tetap dari sekian banyak pembuat tempe. Ini penting supaya kualitas hasil keripik tempe saya tetap terjaga,” ungkap Yuni.

Keripik Tempe AIQ, produk yang dikembangkan Yuni, memiliki dua varian, yaitu keripik tempe dan peyek tempe. Keduanya sama- sama berbahan dasar tempe kedelai, tetapi menggunakan jenis tepung dan teknik pengolahan yang berbeda. Keripik tempe menggunakan tepung tapioka, sedangkan peyek tempe menggunakan tepung beras yang telah dicampur bumbu dengan takaran air tertentu.
 
Kedua varian tersebut menawarkan cita rasa asin dan gurih. Namun, keunggulan keripik tempe AIQ terletak pada karakter rasanya yang berbeda dari kebanyakan keripik tempe di Tanjung Selor. Menurut Yuni, produknya memiliki cita rasa khas yang tidak meninggalkan sensasi kelat atau getir di tenggorokan setelah dikonsumsi. 

Tahun 2023 menjadi momentum penting dalam perjalanan bisnis Yuni. Melalui bimbingan dan fasilitasi Dinas Koperasi Bulungan, produk keripik tempe AIQ berhasil menembus jaringan ritel modern dan dipasarkan melalui gerai Alfamidi di wilayah Bulungan, Kalimantan Utara. 

Kemitraan tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi produknya untuk menjangkau konsumen. Pada awal pemasaran di Alfamidi, Yuni memasok 8 pieces (pcs) per toko. Seiring meningkatnya permintaan, jumlah pasokan kini mencapai 16 hingga 24 pcs per toko meningkat 200 persen.

Peningkatan permintaan mendorong Yuni menambah kapasitas produksinya. Dalam satu minggu, ia dapat melakukan produksi sebanyak dua hingga tiga kali. Setiap proses produksi mengolah sekitar 10-11 kilogram bahan baku dan menghasilkan kurang lebih 66 kemasan berukuran 180 gram.

Perkembangan usaha tersebut juga membawa dampak bagi lingkungan sekitarnya. Usaha yang awalnya dikerjakan sendiri kini melibatkan karyawan untuk membantu proses produksi. ”Yang tadinya saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa, sekarang bisa mandiri secara finansial dan memberi manfaat bagi orang-orang di sekitar,” ungkap Yuni.

Kisah Yuni menunjukan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk berkembang ketika pelaku usaha konsisten menjaga kualitas, berinovasi, dan memperoleh akses pemasaran yang tepat. Kehadiran Keripik Tempe AIQ di gerai Alfamidi juga menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan produk lokal Bulungan kepada masyarakat yang lebih luas.

PT Midi Utama Indonesia Tbk, pengelola jaringan ritel Alfamidi, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM melalui kemitraan pemasaran produk lokal. Upaya ini diharapkan membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.