Kampung Merdeka Alfamidi Green Visit : Warga Belajar Olah Jelantah dan Kompos

Alfamidi bersama Bank Sampah Sakura (bank sampah binaan Alfamidi) melalui program Kampung Merdeka Green Visit mengunjungi Bank Sampah My Darling di Bintaro, Tangerang Selatan pada (11/6/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk berbagi pengetahuan dan praktik baik dalam pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.

Dalam kegiatan ini, peserta diajak mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga. Melalui pelatihan ini, minyak goreng bekas yang kerap dianggap limbah diperkenalkan sebagai produk bernilai guna sekaligus menjadi salah satu upaya mengurangi pencemaran lingkungan.

Di sela kegiatan, peserta juga diingatkan, jika sampah organik tidak dikelola dengan baik meningkatkan timbulan sampah rumah tangga. Oleh karena itu, warga diberi edukasi pembuatan komposter sederhana untuk mengolah sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan kulit buah menjadi kompos. Lalu cairan yang dihasilkan dari proses pengomposan dapat digunakan sebagai pupuk organik alami untuk membantu menyuburkan tanaman. 

Bank Sampah Masyarakat Sadar Lingkungan (My Darling), telah menjadi salah satu komunitas yang aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Berbagai inovasi dilakukan agar sampah tidak hanya dipilah, tetapi juga diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Pendiri Bank Sampah My Darling, Yeni Mulyani, mengatakan pengelolaan sampah yang baik dapat membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

"Sekitar 80 persen sampah yang masuk ke Bank Sampah My Darling kami daur ulang. Kami ingin menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup, sehingga masyarakat semakin sadar untuk memilah dan membuang sampah pada tempatnya," ujar Yeni.

Salah satu peserta, Eva, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan di rumah.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami belajar membuat sabun dari minyak jelantah sekaligus mengenal cara mengolah sampah organik menjadi kompos. Bisa langsung diterapkan di rumah dan hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Pegiat lingkungan, Tri Sugiarti yang akrab disapa Menik, mengapresiasi kolaborasi antara Bank Sampah Sakura dan Bank Sampah My Darling. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

"Pesertanya sangat antusias, dengan metode yang sederhana harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan masing-masing sehingga semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap pengelolaan sampah," ujar Menik.