Raih Mimpi di Dunia Ritel, 327 Pekerja Disabilitas Berkarya Tanpa Batas di Alfamidi

6b250293-b222-4944-9f0c-8c41a28be811.jpg

Bekerja penuh semangat membuktikan komitmen tulus Royan Wahyu, penyandang disabilitas tunarungu, satu dari 327 pekerja disabilitas (Alfability) Alfamidi. Tahun 2019, sempat berprofesi ojek online, lalu terpaksa banting stir karena Covid menyebabkan sepinya penumpang. 

Tahun 2022, ia melihat lowongan pekerjaan disabilitas di media sosial Alfamidi. Mencoba melamar dan akhirnya diterima, lalu mengikuti pelatihan. “Sangat bersyukur diterima bekerja di Alfamidi. Sebagai kru di salah toko, rekan-rekan kerja mendukung, tidak membeda-bedakan dengan kondisi saya,” kata Royan. 

Terus menggali potensi diri, Royan berkuliah di jurusan Akuntansi, Universitas Terbuka sejak tahun 2023. Ia ingin meraih gelar S1, menambah pengalaman dan menunjang pekerjaan lebih baik lagi. 

Kisah inspiratif lainnya datang dari Indu Rahma, disabilitas tunanetra parsial yang sejak 2019 bergabung di Alfamidi dan kini menjadi wakil kepala toko. Setelah berjuang mencari peluang kerja di berbagai tempat, akhirnya bisa diterima bekerja di Alfamidi. Meski awalnya minder dengan kondisi fisik yang dimiliki, rekan-rekan di Alfamidi memotivasi dan membangun kepercayaan diri Indu. 

“Terima kasih Alfamidi sudah memberikan jalan rezeki untuk kami para disabilitas. Kekhawatiran orang tua kami, anaknya tidak bisa bekerja karena kekurangan sudah terobati. Semoga Alfamidi semakin banyak membuka lapangan pekerjaan untuk disabilitas,” ungkap Indu.

Sejak tahun 2019, PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) berkomitmen membuka ruang inklusi bagi pekerja disabilitas. Ini bentuk komitmen perusahaan terhadap UU No 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas. 

Human Capital General Manager Alfamidi, Christiana Windarsih mengatakan, para karyawan Alfability membuktikan keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya.  “Hal ini menunjukkan ratusan Alfability ini bagian dari talenta-talenta terbaik yang kami miliki,” kata Christiana. 

Saat ini terdapat 327 pekerja disabilitas (Alfability) terdiri dari 41 tunanetra parsial, 59 tunarungu, 6 tunagrahita, 160 tunadaksa, 8 tunawicara dan 53 disabilitas ganda. Alfamidi telah melampaui kuota 1 persen karyawan disabilitas dari 30.000 lebih karyawan. 

Tak hanya membuka kesempatan bekerja sesuai dengan kemampuannya, Alfamidi dari tahun ke tahun juga memberi kepastian jenjang karir pada Alfability. Di tahun 2025, dari total 327 sebanyak 248 Alfability di antaranya mendapat kenaikan jenjang karir. 

Lingkungan kerja inklusi di Alfamidi menempatkan para pekerja disabilitas mitra kerja yang setara. Pelatihan bahasa isyarat juga dilakukan Alfamidi untuk membantu komunikasi antar karyawan dengan karyawan disabilitas. Karyawan disabilitas yang bekerja di toko juga memakai seragam atau pin yang sesuai dengan disabilitasnya untuk menginformasikan kepada konsumen akan keberadaan karyawan Alfability tersebut. 

Ruang inklusi bagi penyandang disabilitas untuk berkarya, tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat budaya kerja yang menghargai keberagaman dan kesetaraan.