Siswa SMPN 276 Jakarta Belajar Kelola Sampah di Kampung Merdeka Alfamidi

Kampung Merdeka Alfamidi kembali menjadi ruang edukasi lingkungan bagi pelajar. Puluhan siswa-siswi SMPN 276 Jakarta mengikuti kegiatan pelatihan mengolah sampah kertas bekas menjadi kerajinan bernilai, sekaligus melihat langsung berbagai hasil pengolahan sampah seperti kerajinan tangan dan tanaman obat, Rabu (19/11/2025).

Kegiatan berlangsung di Bank Sampah Sakura, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Para siswa mendapat penjelasan tentang cara memilah sampah, memanfaatkan kembali bahan bekas, serta praktik membuat kerajinan dari kertas yang sudah tidak terpakai.

Ketua Bank Sampah Sakura, Sudi Asmoro, menjelaskan bahwa edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan.

“Saya merasa senang melihat antusiasme anak-anak. Dengan praktik langsung membuat kerajinan dari kertas bekas dan belajar mengelola sampah di Bank Sampah Sakura, mereka bisa memahami bahwa sampah masih punya nilai manfaat. Harapannya, mereka mengerti cara mengelola sampah dan memiliki rasa peduli pada lingkungan,” ujar Sudi.

Kegiatan ini juga selaras dengan komitmen Alfamidi dalam mendorong perilaku ramah lingkungan di masyarakat. 

Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra, mengatakan bahwa Kampung Merdeka Alfamidi memang dibangun sebagai ruang belajar terbuka untuk memahami pengelolaan sampah. 
“Mengelola sampah dengan bijak sangat penting. Dimulai dari mengurangi timbulan sampah, memilah sampah dari rumah, dan memanfaatkan kembali yang masih bisa digunakan,” ujarnya.

Retriantina menambahkan bahwa edukasi seperti ini perlu terus diberikan agar generasi muda tumbuh dengan kesadaran menjaga lingkungan.

“Kami sangat senang bisa memberikan ruang belajar bagi siswa-siswa SMPN 276 Jakarta. Edukasi lingkungan seperti ini penting agar mereka semakin sadar tentang pentingnya mengurangi dan mengolah sampah,” jelasnya.

Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus mendorong lebih banyak sekolah untuk melakukan kunjungan serupa di masa mendatang.